Rabu, 01 Desember 2010

PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR


PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

Kegiatan ini merupakan pengkajian fisik yang dilakukan oleh bidan yang bertujuan untuk memastikan normalitas & mendeteksi adanya penyimpangan dari normal.
Pengkajian ini dapat ditemukan indikasi tentang seberapa baik bayi melakukan penyesuaian terhadap kehidupan di luar uterus dan bantuan apa yang diperlukan. Dalam pelaksanaannya harus diperhatikan agar bayi tidak kedinginan, dan dapat ditunda apabila suhu tubuh bayi rendah atau bayi tampak tidak sehat.
Prinsip pemeriksaan bayi baru lahir :
1.      Jelaskan prosedur pada orang tua dan minta persetujuan tindakan
2.      Cuci dan keringkan tangan , pakai sarung tangan
3.      Pastikan pencahayaan baik
4.      Periksa apakah bayi dalam keadaan hangat, buka bagian yangg akan diperiksa (jika bayi telanjang pemeriksaan harus dibawah lampu pemancar) dan segera selimuti kembali dengan cepat
5.      Periksa bayi secara sistematis dan menyeluruh

A.    PERALATAN DAN PERLENGKAPAN
1.      kapas
2.      senter
3.      termometer
4.      stetoskop
5.      selimut bayi
6.      bengkok
7.      timbangan bayi
8.      pita ukur/metlin
9.      pengukur panjang badan



B.     PROSEDUR
1.      Jelaskan pada ibu dan keluarga maksud dan tujuan dilakukan pemeriksaan.
2.      Lakukan anamnesa riwayat dari ibu meliputi faktor genetik, faktor lingkungan, sosial,faktor ibu (maternal),faktor perinatal, intranatal, dan neonatal.
3.      Susunalat secara ergonomis.
4.      Cuci tangan menggunakan sabun dibawah air mengalir, keringkan dengan handuk bersih.
5.      Memakai sarung tangan
6.      Letakkan bayi pada tempat yang rata

C.    PENGUKURAN ANTHOPOMETRI
  1. Penimbangan berat badan
Letakkan kain atau kertas pelindung dan atur skala penimbangan ke titik nol sebelum penimbangan. Hasil timbangan dikurangi berat alas dan pembungkus bayi.
  1. Pengukuran panjang badan
Letakkan bayi di tempat yang datar. Ukur panjang badan dari kepala sampai tumit dengan kaki/badan bayi diluruskan. Alat ukur harus terbuat dari bahan yang tidak lentur.
  1. Ukur lingkar kepala
Pengukuran dilakukan dari dahi kemudian melingkari kepala kembali lagi ke dahi.
  1. Ukur lingkar dada
Ukur lingkar dada dari daerah dada ke punggung kembali ke dada (pengukuran dilakukan melalui kedua puting susu)






D.    PEMERIKSAAN FISIK
  1. Kepala
a.       Raba sepanjang garis sutura dan fontanel ,apakah ukuran dan tampilannya normal. Sutura yang berjarak lebar mengindikasikan bayi preterm,moulding yang buruk atau hidrosefalus. Pada kelahiran spontan letak kepala, sering terlihat tulang kepala tumpang tindih yang disebut moulding/moulase.Keadaan ini normal kembali setelah beberapa hari sehingga ubun-ubun mudah diraba. Perhatikan ukuran dan ketegangannya. Fontanel anterior harus diraba, fontanel yang besar dapat terjadi akibat prematuritas atau hidrosefalus, sedangkan yang terlalu kecil terjadi pada mikrosefali. Jika fontanel menonjol, hal ini diakibatkan peningkatan tekanan intakranial, sedangkan yang cekung dapat tejadi akibat deidrasi. Terkadang teraba fontanel ketiga antara fontanel anterior dan posterior, hal ini terjadi karena adanya trisomi 21.
b.      Periksa adanya tauma kelahiran misalnya; caput suksedaneum, sefal hematoma, perdarahan subaponeurotik/fraktur tulang tengkorak.
c.       Perhatikan adanya kelainan kongenital seperti ; anensefali, mikrosefali, kraniotabes dan sebagainya.   

  1. Wajah
Wajah harus tampak simetris. Terkadang wajah bayi tampak asimetris hal ini dikarenakan posisi bayi di intrauteri.Perhatikan kelainan wajah yang khas seperti sindrom down atau sindrom piere robin. Perhatikan juga kelainan wajah akibat trauma lahir seperti laserasi, paresi N.fasialis.     

  1. Mata
Goyangkan kepala bayi secara perlahan-lahan supaya mata bayi terbuka.
a.       Periksa jumlah, posisi atau letak mata.
b.      Perksa adanya strabismus yaitu koordinasi mata yang belum sempurna.
c.       Periksa adanya glaukoma kongenital, mulanya akan tampak sebagai pembesaran kemudian sebagai kekeruhan pada kornea.
d.      Katarak kongenital akan mudah terlihat yaitu pupil berwarna putih. Pupil harus tampak bulat. Terkadang ditemukan bentuk seperti lubang kunci (kolobama) yang dapat mengindikasikan adanya defek retina.
e.       Periksa adanya trauma seperti palpebra, perdarahan konjungtiva atau retina.
f.       Periksa adanya sekret pada mata, konjungtivitis oleh kuman gonokokus dapat menjadi panoftalmia dan menyebabkan kebutaan.
g.      Apabila ditemukan epichantus melebar kemungkinan bayi mengalami sindrom down

  1. Hidung
a.       Kaji bentuk dan lebar hidung, pada bayi cukup bulan lebarnya harus lebih dari 2,5 cm.
b.      Bayi harus bernapas dengan hidung, jika melalui mulut harus diperhatikan kemungkinan ada obstruksi jalan napas akarena atresia koana bilateral, fraktur tulang hidung atau ensefalokel yang menonjol ke nasofaring.
c.       Periksa adanya sekret yang mukopurulen yang terkadang berdarah , hal ini kemungkinan adanya sifilis kongenital.
d.      Perksa adanya pernapasa cuping hidung, jika cuping hidung mengembang menunjukkan adanya gangguan pernapasan.

  1. Mulut
a.       Perhatikan mulut bayi, bibir harus berbentuk dan simetris. Ketidaksimetrisan bibir menunjukkan adanya palsi wajah. Mulut yang kecil menunjukkan mikrognatia.
b.      Periksa adanya bibir sumbing, adanya gigi atau ranula (kista lunak yang berasal dari dasar mulut).
c.       Periksa keutuhan langit-langit, terutama pada persambungan antara palatum keras dan lunak.
d.      Perhatika adanya bercak putih pada gusi atau palatum yang biasanya terjadi akibatvEpistein’s pearl atau gigi.
e.       Periksa lidah apakah membesar atau sering bergerak. Bayi dengan edema otak atau tekanan intrakranial meninggi seringkali lidahnya keluar masuk (tanda foote)

  1. Telinga
a.       Periksa dan pastikan jumlah, bentuk dan posisinya.
b.      Pada bayi cukup bulan, tulang rawan sudah matang.
c.       Daun telinga harus berbentuk sempurna dengan lengkungan yang jelas dibagian atas.
d.      Perhatikan letak daun telinga. Daun telinga yang letaknya rendah (low set ears) terdapat pada bayi yangmengalami sindrom tertentu (Pierre-robin).
e.       Perhatikan adanya kulit tambahan atau aurikel hal ini dapat berhubungan dengan abnormalitas ginjal.

7.   Leher
a.       Leher bayibiasanya pendek dan harus diperiksa kesimetrisannya. Pergerakannya harus baik. Jika terdapat keterbatasan pergerakan kemungkinan ada kelainan tulang leher.
b.      Periksa adanya trauma leher yang dapat menyebabkan kerusakan pad fleksus brakhialis.
c.       Lakukan perabaan untuk mengidentifikasi adanya pembengkakan.periksa adanya pembesaran kelenjar tyroid dan vena jugularis.
d.      Adanya lipatan kulit yang berlebihan di bagian belakang leher menunjukkan adanya kemungkinan trisomi 21.

8.   Klavikula
Raba seluruh klavikula untuk memastikan keutuhannya terutama pada bayi yang lahir dengan presentasi bokong atau distosia bahu. Periksa kemungkinan adanya fraktur


9.   Tangan
a.       Kedua lengan harus sama panjang, periksa dengan cara meluruskan kedua lengan ke bawah.
b.      Kedua lengan harus bebas bergerak, jika gerakan kurang kemungkinan adanya kerusakan neurologis atau fraktur.
c.       Periksa jumlah jari. Perhatikan adanya polidaktili atau sidaktili.
d.      Telapak tangan harus dapat terbuka, garis tangan yang hanya satu buah berkaitan dengan abnormaltas kromosom, seperti trisomi 21.
e.       Periksa adanya paronisia pada kuku yang dapat terinfeksi atau tercabut sehingga menimbulkan luka dan perdarahan

10. Dada
a.       Periksa kesimetrisan gerakan dada saat bernapas. Apabila tidak simetris kemungkinan bayi mengalami pneumotoraks, paresis diafragma atau hernia diafragmatika. Pernapasan yang normal dinding dada dan abdomen bergerak secara bersamaan.Tarikan sternum atau interkostal pada saat bernapas perlu diperhatikan.
b.      Pada bayi cukup bulan, puting susu sudah terbentuk dengan baik dan tampak simetris.
c.       Payudara dapat tampak membesar tetapi ini normal.

11. Abdomen
a.       Abdomen harus tampak bulat dan bergerak secara bersamaan dengan gerakan dada saat bernapas. Kaji adanya pembengkakan.
b.      Jika perut sangat cekung kemungkinan terdapat hernia diafragmatika.
c.       Abdomen yang membuncit kemungkinan karena hepato-splenomegali atau tumor lainnya.
d.      Jika perut kembung kemungkinan adanya enterokolitis vesikalis, omfalokel atau ductus omfaloentriskus persisten.


12. Genetalia
a.       Pada bayi laki-laki panjang penis 3-4 cm dan lebar 1-1,3 cm.Periksa posisi lubang uretra. Prepusium tidak boleh ditarik karena akan menyebabkan fimosis.
b.      Periksa adanya hipospadia dan epispadia.
c.       Skrotum harus dipalpasi untuk memastikan jumlah testis ada dua.
d.      Pada bayi perempuan cukup bulan labia mayora menutupi labia minora.
e.       Lubang uretra terpisah dengan lubang vagina.
f.       Terkadang tampak adanya sekret yang berdarah dari vagina, hal ini disebabkan oleh pengaruh hormon ibu

13. Anus dan rectum
Periksa adanya kelainan atresia ani , kaji posisinya.
Mekonium secara umum keluar pada 24 jam pertama, jika sampai 48 jam belumkeluar kemungkinan adanya mekonium plug syndrom, megakolon atau obstruksi saluran pencernaan.

14. Tungkai
a.       Periksa kesimetrisan tungkai dan kaki. Periksa panjang kedua kaki dengan meluruskan keduanya dan bandingkan.
b.      Kedua tungkai harus dapat bergerak bebas. Kuraknya gerakan berkaitan dengan adanya trauma, misalnya fraktur, kerusakan neurologis.
c.       Periksa adanya polidaktili atau sidaktili padajari kaki

15. Spinal
Periksa psina dengan cara menelungkupkan bayi, cari adanya tanda-tanda abnormalitas seperti spina bifida, pembengkakan, lesung atau bercak kecil berambut yang dapat menunjukkan adanya abdormalitas medula spinalis atau kolumna vertebra.


16. Kulit
Perhatikan kondisi kuli bayi.
a.       Periksa adanya ruam dan bercak atau tanda lahir
b.      Periksa adanya pembekakan.
c.       Perhatinan adanya vernik kaseosa.
d.      Perhatikan adanya lanugo, jumlah yang banyak terdapat pada bayi kurang bulan.

17. Jelaskan pada ibu atau kelurga tentang hasil pemeriksaan.
18. Rapikan bayi.
19. Bereskan alat.
20. Lakukan pendokumentasian tindakan dan hasil pemeriksaan





















TABEL PEMERIKSAAN FISIK BAYI BARU LAHIR

Pengkajian
Temuan Biasa
Variasi umum/ abnormailtas minor
Tanda potensial kegawatan/ abnormalitas utama
PENGUKURAN UMUM
Lingkar kepala 33-35 cm
Lingkar dada 30,5-33 cm
Lingkar kepala harus kira-kira 2-3 cm lebih besar dari lingkar dada
Panjang kepala ke tumit 48-53 cm
Berat badan lahir 2700-4000g
Molding setelah kelahiran dapat mengubah atau menurunkan lingkar kepala
Lingkar kepala dan linngkar dada mungkin sama untuk 1-2 hari pertama setelah kelahiran
Berat badan lahir menurun 10% dalam minggu pertama, meningkat kembali dalam 10-14 hari
Lingkar kepala < persentil ke-10 atau > persentil ke-90
Berat badan lahir < persentil ke-10 atau > persentil ke-90

TANDA VITAL
Suhu
Aksila—36,5ºC-37ºC
Menangis dapat sedikit meningkatkan suhu tubuh
Radian penghangat akan meningkatkan suhu aksila
Hipotermia
Hipertermia
Frekuensi Jantung







Pernapasan








Tekanan Darah
Apikal—120-140 denyut/menit






30-60 kali/menit









Menangis akan meningkatkan ferkuensi jantung; tidur akan menurunkan ferkuensi jantung
Selama periode pertama reaktivitas (6-8 jam), frekuensi dapat mencapai 180 denyut/menit
Menangis akan meningkatkan frekuensi pernapasan; tidur akan menurunkan frekuensi pernapasan
Selama periode pertama reaktivitas (6-8 jam) frekuensi dapat mencapai 80 kali/menit

Menangis akan meningkatkan tekanan darah
Bradikardia—Frekuensi Istirahat Dibawah 80-100 Denyut/Menit
Takikardia—Frekuensi Kira-Kira 160-180 Denyut/Menit
Irama Tidak Teratur


Takipnea—Frekuensi Dibawah 60 Kali/Menit
Apnea > 15-20 detik






Tekanan sistolik pada manset 6-9 mmHg kurang dari tekanan ekstremitas atas
PENAMPILAN UMUM
Postur—fleksi kepala dan ekstremitas, dengan istirahat dan telungkup
Frank breech—kaki diekstensikan, diabduksikan dan paha dirotasi penuh, oksiput didatarkan, leher diekstensikan
Postur timpang, ekstensi ekstremitas

KULIT
Pada saat lahir, merah terang, menggembung, halus
Hari kedua sampai hari ketiga, merah muda, mengelupas, kering
Verniks kaseosa
Lanugo
Edema disekitar mata, wajah, kaki, punggung tangan, telapak, dan skrotum atau labia
Perubahan warna normal : Akrosianosis—sianosis tangan dan kaki
Kutis marmorata—mottling sementara ketika bayi terpapar suhu rendah

Ikterik neonatus setelah 48 jam pertama
Ekimosis atau petekie karena trauma kelahiran
Milia—kelenjar sebasea terdistensi tampak sebagai papula putih kecil pada pipi, dagu dan hidung.
Miliaria atau Sudamina— kelenjar keringat terdistensi (ekrin) yang tampak sebgai vesikel menit, khususnya pada wajah.



Eritema toksikum—ruam papular merah muda dengan vesikel yang tumpang tindih pada dada, punggung, bokong dan abdomen; dapat tampak dalam 24 - 48 jam dan hilang setelah beberapa hari.
Perubahan warna Harlequin—perubahan warna jelas terlihat saat bayi berbaring miring; setengah bawah dari tubuh menjadi merah muda dan setengah pucat.
Nevus flammeus—merah kebiruan gelap (port-wine stain) biasanya pada leher dan wajah.
Mongolian spots—area ireguler pigmentasi biru tua, biasanya pda bagian sakral dan gluteal; terlihat terutama pada bayi baru lahir dari orang asli Amerika, Afrika, Asia, atau keturunan Hispanik.
Telangiektatik nevi (”gigitan bangau” )—area terlokalisir merah muda dalam, datar biasanya terdapt di bagian belakang leher.
Ikterik berlanjut, khususnya pada 24 jam pertama
Kulit memucat
Sianosis umum
Pucat
Keabu-abuan
Pletora (darah dalam jumlah berlebihan)
Mottling—umum dan menetap
Hemoragi, ekimosis, atau petekie yang menetap
Sklerema—kulit keras dan kaku



Turgor kulit buruk
Ruam, pustula, atau lepuh
Bercak café au lait—bercak coklat terang
KEPALA
Fontanel anterior—bentuk berlian, 2,5-4,0 cm
Fontanel posterior—bentuk segitiga 0,5-1 cm
Fontanel harus datar, lunak dan padat
Bagian terlebar dari fontanel diukur dari tulang ke tulang, bukan dari sutura ke sutura.
Molding setelah persalinan vagina
Sagital ketiga (parietal) fontanel
Penonjolan fontanel karena nangis atau batuk
Kaput suksedaneum—edema jaringan kulit kepal yang lunak yang melewati garis sutura
Sefalhematoma (tidak rumit)diantara periosteum dan tulang tengkorak yang dibatasi dengan batas khusus dan tidak melewati garis sutura.
Sutura menyatu
Penonjolan atau depresi fontanel ketika bayi tenang
Pelebaran sutura dan fontanel
Kraniotabes—sensasi tajam sepanjang sutura lambdoidal yang mirip lekukan bola pingpong.
MATA
Kelopak biasanya edema
Mata biasanya tertutup
Warna—agak abu-abu, biru gelap, coklat
Tidak ada air mata
Adanya refleks merah
Refleks kornea sebagai respons terhadap sentuhan
Refleks pupil sebagai respons terhadap cahaya
Refleks berkedip sebagai respons terhadap cahaya atau sentuhan
Fiksasi rudimenter pada objek dan kemampuan untuk mengikuti ke garis tengah
Lipatan epikantus pada bayi Oriental
Nistagmus atau Strabismus
Hemoragi subkonjungtiva (skleral)—Kapiler ruptur, biasanya pada limbus (penghubung iris dan sklera)
Warna merah muda dari iris
Rabas purulen
Pandangan ke atas pada non-Oriental
Hipertelorisme (3 cm atau lebih besar)
Hipotelorisme
Katarak kongenital
Pupil konstriksi atau dilatasi
Tidak ada refleks merah
Tidak ada refleks pupil atau kornea
Ketidakmampuan mengikuti objek atau cahaya terang ke garis tengah
Sklera biru
Sklere kuning
TELINGA
Posisi—puncak pinna berada pada garis horizontal bersama bagian luar kantus mata
Refleks moro atau refleks terkejut ditimbulkan oleh bunyi keras, dan tiba-tiba
Pina lentur, adanya kartilago
Ketidakmampuan untuk melihat membran timpani karena verniks kaseosa yang ada dalam kanal
Pina datar sejajar kepala
Bentuk atau ukuran tidak teratur
Bercak atau bintik kulit
Sinus preaurikuler
Penempatan telinga terlalu rendah
Tidak adanya refleks kejut (moro) sebagai respons terhadap bunyi keras
Abnormalitas pinna minor dapat menjadi tanda dari berbagai sindrom
HIDUNG
Patensi nasal
Rabas nasal—mukus putih encer
Bersin
Datar dan memar
Kanal tidak paten
Rabas nasal kental dan berdarah
Pelebaran cuping hidung (alae nasi)
Sekresi nasal berlebihan atau tersumbat
Tidak ada septum
Batang hidung datar
MULUT DAN TENGGOROKAN
Utuh, palatum arkus-tinggi
Uvula di garis tengah
Frenulum lidah
Frenulum bibr atas
Refleks menghisap—kuat dan terkoordinasi
Refleks rooting
Refleks gag
Refleks ekstrusi
Salivasi minimal atau tidak ada
Menangis keras
Gigi natal (benigna tetapi mungkin terinspirasi)
Epstein pearls—kista epitel kecil dan putih sepanjang garis tengah palatum keras
Frenulum di bawah lidah meluas sampai ke ujung lidah
Bibir sumbing
Palatum terbelah
Lidah besar, menjulur atau kesalahan posisi posterior lidah
Salivasi berlebihan atau meneteskan air liur, terutama dengan tersedak dan sianosis
Kandidiasis atau moniliasis (sariawan)—bercak putih, melekat pada lidah, palatum, d an permukaan dinding mulut
Ketidakmapuan untuk menelan selang nasogastrik
Tangisan keras, bernada tinggi, tangisan lemah, tidak ada tangisan, atau abnormalitas lain
Dagu kecil, dan tertarik ke belakang (mikrognatia) dapat mempengaruhi pernapasan dan makan
LEHER
Pendek, gemuk, biasanya dikelilingi oleh lipatan kulit
Refleks leher tonik
Refleks neck-righting
Refleks otolith-righting
Tortikolis (leher miring)—kepala menengok ke salah satu sisi dengan dagu mengarah ke sisi yang berlawanan
Lipatan kulit yang berlebihan atau berselaput
Tahanan terhadap fleksi
Tidak adanya leher tonik, neck-righting, atau otolith-righting
Klavikula fraktur
DADA
Diameter anteroposterior dan lateral sama
Retraksi sternal sedikit terlihat selama inspirasi
Terlihat prosesus xifoideus
Pembesaran dada
Dada corong (pektus ekskavatun) (kecuali jika parah)
Dada burung (pektus karinatum)
Puting supernumerari
Sekresi seperti senyawa susu dari payudara (”witch’s milk”)
Depresi sternum
Retraksi dada dan ruang interkostal selama pernapasan
Ekspansi dada asimetrik atau ekspansi berlebihan
Kemerahan dan keras disekitar puting
Puting berjarak jauh
PARU-PARU
Pernapasan utamanya adalah pernapasan abdominal
Refleks batuk tidak ada saat lahir, ada setelah 1-2 hari
Bunyi napas bronkial sama secara bilateral
Frekuensi dan kedalaman pernapasan mungkin tidak teratur, pernapasan periodik
Crackles sesaat setelah lahir
Inspirasi stridor
Ekspirasi mengorok
Retraksi
Pernapasan tidak teratur menetap
Pernapasan periodik dengan jeda apnea berulang > 15 detik
Pernapasan jungkat-jungkit (dada naik sementara abdomen turun)
Bunyi napas tidak sama
Crakles halus menetap
Mengi
Penurunan bunyi napas
Bunyi peristaltik pada salah satu sisi, dengan penurunan bunyi napas di sisi yang sama
Takipnea (>60 napas per menit)
JANTUNG
Apeks—ruang interkostal ke empat sampai kelima, sebelah lateral batas kiri sternum
Nada S sedikit lebih tajam dan lebih tinggi daripada S
Sinus aritmia—pernapasan meningkat selama inspirasi dan menurun selama ekspirasi
Sianosis transien saat menangis segera setelah lahir
Dekstrokardia
Kesalahan posisi impuls apikal
Kardiomegali
Murmur
Thrill
Sianosis menetap
Hiperaktif prekordium biasanya terlihat pada dada di apeks
ABDOMEN
Bentuk silindris
Hepar—dapat diraba 2-3 cm dibawah marjin kostal kanan
Limpa—puncak dapat diraba pada akhir minggu pertama
Ginjal—dapat diraba 1-2 cm di atas umbilikus
Pusat umbilikus—putih kebiruan pada saat lahir dengan dua arteri dan satu vena
Nadi femoral bilateral sama
Hernia umbilikus
Diastasis rektil—kesenjangan garis tengah antara otot-otot rektum
Distensi abdomen
Penonjolan setempat
Distensi vena
Bising usus  tidak ada
Pembesaran hepar dan limpa
Asites
Gelombang peristaltik dapat dilihat
Abdomen skafoid atau cekung
Tali umbilikus hijau
Ada satu arteri dalam tali pusat
Urine atau feses bocor dari tali pusat
Distensi kandung kemih dapat diraba setelah berkemih
Nadi femoral tidak ada
GENITALIA WANITA
Labia dan klitoris biasanya edema
Labia minora lebih besar dari labia mayora
Meatus uretral dibelakang klitoris
Verniks kaseosa diantara labia
Berkemih dalam 24 jam
Rabas berbercak darah atau mukoid(pseudomenstruasi)
Selaput himen
Genetalia ganda
Pembesaran klitoris dengan meatus uretral pada bagian ujung
Labia menyatu
Tidak ada lubang vagina
Rabas fekal dari lubang vagina
Tidak berkemih dalam 24 jam
Massa pada labia
GENITALIA PRIA
Lubang uretra pada puncak glen penis
Testis dapat diraba didalam setiap skrotum
Skrotum biasanya besar, pendulus dan tertutup dengan rugae; biasanya pigmentasi lebih gelap pada kulit kelompok etnik
Smegma
Berkemih dalam 24 jam
Lubang uretral tertutup prepusium
Ketidakmampuan meretraksi prepusium
Mutiara epitelial
Ereksi atau priapisme
Testis dapat diraba pada kanal inguinalis
Skrotum kecil
Hipospadia
Epispadia
Chordee
Testis tidak dapat diraba dalam skrotum atau kanalis inguinalis
Tidak ada urinasi dalam 24 jam
Hernia inguinalis
Skrotum hipoplastik
Hidrokel
Massa dalam skrotum
Genitalia ganda
PUNGGUNG DAN REKTUM
Spina utuh, tidak ada lubang, massa atau kurva menonjol
Refleks melengkung batang tubuh
Wink anal
Lubang anal paten
Lintasan mekonium dalam 36 jam
Fase cair hijau pada bayi dibawah fototerapi
Fisura anal atau fistula
Anus imperforata
Tidak ada wink anal
Tidak ada mekonium dalam 36 jam
Kista pilonidal atau sinus
Rambut di sepanjang medula spinalis
Spina bifida (berbagai derajat)
EKSTREMITAS
Sepuluh jari tangan dan jari kaki
Rentang gerak penuh
Punggung kuku merah muda, dengan sianosis sementara segera setelah lahir
Fleksi ekstremitas atas dan bawah
Telapak biasanya datar
Ekstremitas simetris
Tonus otot sama secara bilateral, terutama tahanan pada fleksi berlawanan
Nadi brakialis bilateral sama
Sindaktili parsial antara jari kaki kedua dan ketiga
Jari kaki kedua tumpang tindih dengan jari kaki ketiga
Kesenjangan lebar antara ibu jari kaki dan jari kaki kedua
Lipatan dalam pada permukaan plantar telapak kaki antara jari pertama dan kedua
Panjang jari kaki asimetris
Dorsifleksi dan pemendekan haluks (jari besar)
Polidaktili—jari tambahan
Sindaktili—jari bersatu atau berselaput
Fokomelia—tangan atau kaki melekat ke batang tubuh
Hemimelia—bagian distal ekstremitas tidak ada
Hiperfleksibilitas sendi
Lipatan transpalmar
Fraktur
Tidak ada klavikula
Gerakan unilateral ekstremitas (petunjuk yang mungkin adanya brakial palsi)
Abnormalitas bagian distal ekstremitas
Dislokasi atau subluksasi panggul
Keterbatasan abduksi panggul
Lipatan gluteal atau lipatan kaki tidak sama
Tinggi lutut tidak sama (tanda Allis atau Galeazzi)
Bunyi klik pada abduksi (Tanda Ortolani)
Ekstremitas asimetri
Tonus otot atau rentang gerak tidak sama
SISTEM NEURO MUSKULER
Ekstremitas biasanya mempertahankan derajat fleksi
Ekstensi ekstremitas diikuti dengan posisi fleksi sebelumnya
Kelambatan kepala saat duduk, tetapi mampu menahan kepala agar tetap tegak walaupun sementara
Mampu memutar kepala dari satu sisi ke sisi lain ketika tengkurap
Mampu menahan kepala dalam garis horizontal dengan punggung bila tengkurap
Tremor atau gemetar sebentar
Hipotonia—kontrol kepala yang buruk, terkulai, ekstremitas pincang
Hipertonia—gelisah, lengan dan tangan fleksi sangat kencang, kaki kuku terekstensi, mudah tetrkejut
Postur asimetris (kecuali refleks leher toni)
Postur opistotonik—punggung melengkung
Tanda paralisis
Tremor, kedutan, dan sentakan miklonik
Kepala terkulai nyata pada semua posisi



















TABEL PENGKAJIAN REFLEKS
Refleks
Respon perilaku yang diharapkan
Deviasi
Mata
Berkedip atau refleks korneal



Pupil



Mata boneka




Bayi berkedip pada pemunculan sinar terang yang tiba-tiba atau pada pendekatan objek ke arah kornea; harus menetap sepanjang hidup

Pupil konstriksi bila sinar terang diarahkan padanya; refleks ini harus ada sepanjang hidup

Ketika kepala digerakkan dengan perlahan ke kanan atau ke kiri, mata normalnya tidak bergerak; refleks ini harus hilang sesuai perkembangan

Tidak ada kedipan atau kedipan tidak simetris menunjukan adanya kerusakan pada saraf kranial II, IV dan V

Konstriksi tidak sama
Pupil dilatasi terfiksasi


Paralisis abdusen asimetris


HIDUNG
Bersin


Respons spontan saluran hidung terhadap iritasi atau obstruksi; refleks ini harus menetap sepanjang hidup

Ketukan halus pada glabela (bagian alis antara dua alis mata) menyebabkan mata mentup dengan rapat

Tidak ada bersin atau bersin terus menerus


Tidak ada refleks


MULUT DAN TENGGOROK
Menghisap






Muntah





Rooting





Ekstrusi




Menguap




Batuk



Bayi harus memulai gerakan menghisap kuat pada area sirkumoral sebagai respons terhadap rangsang; refleks ini harus tetap ada selama masa bayi, bahkan tanpa rangsangan sekalipun, seperti pada saat tidur

Stimulasi terhadap faring posterior oleh makanan, hisapan, atau masuknya selang harus menyebabkan bayi mengalami refleks muntah; refleks ini harus menetap sepanjang hidup

Menyentuh atau menekan dagu sepanjang sisi mulut akan menyebabkan bayi membalikkan kepala ke arah sisi tersebut dan mulai menghisap; harus hilang pada kira-kira usia 3-4 bulan, tetapi dapat menetap selama 12 bulan
Bila lidah disentuh atau ditekan, bayi berespons dengan mendorongnya keluar; harus menghilang pada usia 4 bulan

Respons spontan terhadap penurunan oksigen dengan meningkatkan jumlah udara inspirasi; harus menetap sepnjang hidup

Iritasi membran mukosa laring atau pohon trakeobronkial menyebabkan batuk; refleks ini harus terus ada sepanjang hidupnya; biasanya ada setelah hari pertama kelahiran


Menghisap lemah atau tidak ada






Tidak adanya refleks muntah menunjukkan adanya kerusakan pada saraf glosofaringeal



Tidak ada refleks, khususnya bila bayi tidak merasa kenyang




Protrusi konstan dari lidah  dapat menunjukan sindrom down



Tidak ada refleks




Tidak ada refleks
EKSTREMITAS
Menggenggam







Babinski






Klonus pergelangan kaki

Sentuhan pada telapak tangan atau telapak kaki dekat dasar jari menyebabkan fleksi tangan dan jari kaki; genggaman telapak tangan harus setelah usia 3 bulan, digantikan dengan gerakan volunter; genggaman plantar berkurang pada usia 8 bulan

Tekanan di telapak kaki bagian luar ke arah atas dari tumit dan menyilang bantalan kaki menyebabkan jari kaki hiperekstensi dan haluks dorsofleksi; refleks ini harus hilang setelah usia 1 tahun

Dorsifleksi telapak kaki yang cepat ketika menopang lutut pada posisi fleksi parsial mengakibatkan munculnya 1-2 gerakan oskilasi (”denyut”); akhirnya tidak boleh ada denyut yang teraba

Tidak ada refleks







Fleksi asimetris dapat menunjukan paralisis





Menetap pada usia 1 tahun menunjukan lesi traktus piramidal
MASSA (TUBUH)
Moro











Startle




Perez









Tonik leher asimetris (menengadah)






Neck-righting





Otolith-righting



Inkurvasi batang tubuh (Galant)




Menari atau melangkah







Merangkak





Placing

Kejutan atau perubahan tiba-tiba dalam ekuilibrium yang menyebabkan ekstensi dan abduksi ekstremitas yang tiba-tiba serta mengipaskan jari, dengan jari telunjuk dan ibu jari membentuk bentuk ”C”, diikuti dengan fleksi dan abduksi ekstremitas; kaki dapat fleksi dengan lemah; bayi mungkin menangis; refleks ini harus hilang setelah usia 3-4 bulan, biasanya paling kuat selama 2 bulan pertama

Suara keras yang tiba-tiba menyebabkan abduksi lengan dengan fleksi siku; tangan tetap tergenggam; harus hilang pada usia 4 bulan

Saat  bayi telungkup pada permukaan keras, ibu jari ditekan sepanjang medula spinalis dari sakrum ke leher; bayi berespons dengan menangis, memfleksikan ekstremitas, dan meninggikan pelvis dan kepala; lordosis tulang belakang, serta dapat terjadi defekasi dan urinasi; harus hilang pada usia 4-6 bulan

Jika kepala bayi dimiringkan dengan cepat ke salah satu sisi, lengan dan kakinya akan berekstensi pada sisi tersebut, dan lengan yang berlawanan dan kaki fleksi; harus hilang pada usia 3-4 bulan, untuk digantikan dengan posisi simetris dari kedua sisi tubuh

Jika bayi telentang, kepala dipalingkan ke salah satu sisi; bahu dan batang tubuh membalik ke arah  tersebut, diikuti dengan pelvis; menghilang pada usia 10 bulan

Jika badan bayi yang tegak ditengadahkan, kepala kembali tegak, posisi tegak

Sentuhan pada punggung bayi sepanjang tulang belakang menyebabkan panggul bergerak ke arah sisi yang terstimulasi: refleks ini harus hilang pada usia 4 minggu

Jika bayi dipegang sedemikian rupa hingga telapak kaki menyentuh permukaan keras, akan ada fleksi dan ekstensi resiprokal dari kaki, menstimulasi berjalan; harus hilang setelah usia 3-4 minggu, digantikan oleh gerakan yang dikehendaki

Bayi, bila ditempatkan pada abdomennya (telungkup), membuat gerakan merangkak dengan tangan dan kaki; harus hilang kira-kira pada usia 6 minggu

Bila bayi dipegang tegak di bawah lengannya dan sisi dorsal telapak kaki dengan tiba-tiba ditempatkan diats objek keras, seperti meja, kaki mengangkat seolah-olah telapak melangkah di atas meja; usia hilangnya refleks ini bervariasi

Menetapnya refleks moro 6 bulan terakhir dapat menunjukan kerusakan otot
Refleks moro asimetrik atau tidak ada dapat menunjukan cedera pada pleksus brakhial, klavikula, atau humerus





T idak adanya refleks ini menunjukan kehilangan pendengaran



Signifikasinya hampir sama dengan refleks moro








Tidak adanya atau menetapnya refleks ini menunjukan kerusakan sistem saraf





Tidak ada; signifikansinya hampir sama dengan refleks tonik leher asimetrik




Tidak ada; signifikansinya hampir sama dengan refleks tonik leher asimetrik


Tidak adanya refleks ini menujukan lesi medula spinalis




Langkah tidak simetris







Gerakan tidak simetris





Tidak ada refleks

APGAR SCORE (NILAI APGAR)

            Apgar score di ambil dari nama salah seorang dokter yaitu Virginia Apgar yang diperkenalkan pertama kali pada tahun 1952. Nilai Apgar itu sendiri adalah suatu penilaian kondisi kesejahteraan bayi sesaat setelah lahir. Dr. Apgar mengembangkan metode skor ini untuk mengetahui dengan pasti bagaimana pengaruh anestesi, obstetrik terhadap bayi.
            Ada 5 kriteria yang dinilai untuk menentukan skor apgar ini. Penilaian dilakukan pada menit pertama dan menit ke lima. untuk memudahkan APGAR itu dibuatkan singkatan yaitu Appearance, Pulse, Grimace, Activity, Respiration (warna kulit, denyut jantung, respons refleks, tonus otot/keaktifan, dan pernapasan), untuk mempermudah menghafal.

Tabel APGAR Score

Skala
Tindakan
0
1
2
Denyut jantung bayi

Tidak berdenyut
Kurang dari 100x/menit
Lebih dari 100x/menit, bayi terlihat bugar
Pernafasan
Tidak bernafas
Menangis lemah; terdengar seperti merengek atau mendengkur
Baik, Menangis kuat


Warna kulit:

Biru atau pucat

Badan merah, kaki dan tangan biru

Seluruh tubuh dan anggota gerak merah
Respon terhadap reflex:


Tidak ada respon saat di stimulasi
Meringis
Meringsi dan batuk atau bersin saat stimulasi saluran nafas
Kekuatan Otot

Lumpuh
Gerakan membengkokkan (fleksi) kaki atau lengan
Gerakan aktif


Keterangan jumlah skor :

7-10     :           Bayi Normal
4-6       :           Agak rendah (Memerlukan tindakan medis segera seperti penyedotan
                        lendir yang menyumbat jalan napas, atau pemberian oksigen untuk
                        membantu bernapas.)
0-3       :           Sangat rendah (Memerlukan tindakan medis yang lebih intensif)